Kebangkitan “Zombie” Bursa
Pasar saham Indonesia kembali ramai dibicarakan sesudah saham DADA kembali mencuri perhatian trader dan investor ritel pada perdagangan awal Januari 2026. Setelah berkutat di level gocap (harga di sekitar Rp50) selama beberapa bulan—bahkan sempat sepi peminat sejak Oktober 2025—harga saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (kode DADA) tiba-tiba melonjak tajam dan menyentuh Auto Reject Atas (ARA), memicu euforia dan spekulasi di berbagai kanal berita dan forum internet.
Fakta Fenomena Pergerakan Harga
So, apa sih yang sebenarnya terjadi?
-
Pada Rabu, saham DADA kembali bangkit dari level Rp50 dan sempat mencapai batas auto reject atas di kisaran Rp67, alias level maksimum kenaikan harian yang diizinkan BEI. Volume perdagangan pun membengkak drastis, dengan antrean beli yang mencapai jutaan lot.
-
Antrean beli besar tersebut menunjukkan minat tinggi investor ritel untuk ikut masuk di saham yang sebelumnya dianggap “tertidur”. Banyak yang terdorong oleh sensasi momentum cepat ketimbang analisis fundamental.
-
Meski begitu, beberapa data perdagangan justru menunjukkan adanya net sell dari investor asing pada sesi yang sama, meskipun harga masih bisa menguat signifikan di tengah lonjakan volume transaksi.
Fenomena ini jelas bukan pertama kali terjadi. Sejarah mencatat saham DADA kembali menempuh reli luar biasa di 2025 dengan kenaikan hingga ribuan persen sebelum jatuh kembali ke gocap.
Apa Kata Netizen dan Forum Online
Forum pasar modal seperti komunitas saham, Reddit, dan platform diskusi lokal ramai membahas pergerakan DADA. Banyak trader ritel mengaitkan lonjakan itu dengan “meme-stock behavior” dan FOMO (fear of missing out), terutama setelah ramai dibicarakan di grup chat dan media sosial. Diskusi semacam ini memperlihatkan bagaimana psikologi pasar dapat memicu dorongan beli walau tanpa katalis fundamental yang kuat.
Di Reddit misalnya, beberapa pengguna menyindir pola spekulatif, sementara yang lain menanggapi dengan humor tentang “judi saham” dan teknik pom-pom percakapan untuk menarik ritel masuk.
Pelajaran buat Investor
Lonjakan saham DADA kembali dari gocap hingga sempat sentuh ARA ini bisa jadi pelajaran berharga, terutama buat investor pemula:
Pahami risiko volatilitas: Saham yang melonjak cepat tanpa dukungan berita fundamental sering membawa risiko profit cepat sekaligus koreksi tajam selanjutnya
Pisahkan spekulasi dari investasi: Pergerakan yang didorong sentimen forum atau data viral kadang tak berkelanjutan. Jadi, selalu cek fundamental perusahaan dulu.
Volume besar tidak selalu berarti trend jangka panjang: Lonjakan volume bisa jadi sinyal “heat”, bukan kekuatan fundamental.
Kesimpulan
Fenomena saham DADA kembali lagi, jadi sorotan bukan semata karena harganya melonjak, tetapi karena cara lonjakan itu terjadi: dari gocap ke ARA dalam hitungan menit, didorong oleh euforia ritel dan diskusi hangat di forum. Ini semacam “wake-up call” bahwa pasar modal punya dinamika psikologis luar biasa—yang bisa jadi peluang sekaligus jebakan bila tidak dikelola dengan strategi yang tepat.
Jadi, sebelum ikut cari cuan dari momentum seperti ini, pastikan kamu paham risikonya dan tidak hanya ikut dalam hype semata.
