By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Terima
PillowStockPillowStockPillowStock
  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas
Membaca: Harga Turun Terus, Apakah Story $CDIA Sudah Selesai?
Bagikan
Pemberitahuan Tampilkan Lebih Banyak
Pengubah Ukuran FontAa
PillowStockPillowStock
Pengubah Ukuran FontAa
  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas
  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas
Ikuti KAMI
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
PillowStock > Blog > Saham > Harga Turun Terus, Apakah Story $CDIA Sudah Selesai?
Saham

Harga Turun Terus, Apakah Story $CDIA Sudah Selesai?

editor pillowstock
Terakhir diperbarui: 15/01/2026 15:01
editor pillowstock
1 bulan yang lalu
Bagikan
story CDIA turun
Bagikan

Sudah beberapa waktu belakangan, pergerakan story CDIA turun jadi topik hangat di kalangan investor saham Indonesia. Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang sempat melejit sejak IPO kini sering terlihat mengalami tekanan harga membuat sebagian trader mulai bertanya: “Apakah kisah pertumbuhan CDIA akhirnya tamat?”

Contents
  • Dari IPO Melejit ke Tekanan Harga
  • Kenapa Harga CDIA ‘Tertekan’?
    • 1. Fenomena Permulaan Pasca IPO
    • 2. Tekanan Profit Taking
    • 3. Faktor Teknikal & Net Sell
  • Forum & Sentimen Investor? Ada yang Masih Bertahan?
  • Bagaimana Prospek Ke Depan?
  • Strategi Buat Kamu yang Mau Ikut CDIA
    • Kesimpulan

Dalam artikel ini kita akan membedah apa yang terjadi, dari fakta pasar hingga diskusi di forum investor, dan mencoba memahami apakah story CDIA turun benar-benar sudah berakhir atau justru baru memasuki fase baru dalam tren harga sahamnya.

Dari IPO Melejit ke Tekanan Harga

Sejak dilantaiikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2025, saham CDIA sempat jadi salah satu fenomena terbesar di pasar modal. Dengan harga IPO hanya sekitar Rp190 per saham, saham ini sempat meroket ratusan persen dan beberapa kali masuk pemantauan khusus karena kena auto rejection atas (ARA) dan bahkan sempat disuspensi oleh BEI untuk mendinginkan volatilitas.

Tapi setelah lonjakan super itu, belakangan harga saham CDIA bergerak lebih datar bahkan terkadang mengalami tekanan turun dari hari ke hari. Dalam data terbaru yang dirilis, harga masih berada di kisaran sekitar Rp1.500–1.535, turun dari puncaknya tahun lalu.

Dengan kondisi seperti ini, tak heran story CDIA turun jadi pertanyaan besar di kalangan investor ritel dan profesional. Selanjutnya kita lihat apa penyebab utama dari tren ini.

Kenapa Harga CDIA ‘Tertekan’?

Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap pressure pada harga CDIA:

1. Fenomena Permulaan Pasca IPO

Awalnya, saham CDIA melejit luar biasa dan bahkan sempat disuspensi karena terlalu sering menyentuh ARA. Ini mencerminkan tingginya minat spekulatif dan likuiditas awal yang luar biasa.

2. Tekanan Profit Taking

Setelah rally besar-besaran, banyak investor awal atau short-term trader melakukan profit taking (jual untuk ambil untung), yang kemudian memberi tekanan ke bawah pada harga, terutama karena volume tetap tinggi sedang sentimen mulai berubah.

3. Faktor Teknikal & Net Sell

Beberapa analis juga memperkirakan arah teknikal saham ini bisa berubah setelah mengalami beberapa level support dan resistance penting, sehingga memunculkan tren turun jangka pendek.

Forum & Sentimen Investor? Ada yang Masih Bertahan?

Di forum diskusi saham dan juga berbagai grup investor, story CDIA turun juga ramai dibicarakan:

Banyak trader retail menyampaikan bahwa mereka melihat peluang average down karena percaya pada prospek fundamental perusahaan, meskipun harga sempat turun tajam beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, yang lain mempertanyakan apakah kondisi sekarang sudah waktunya cut loss, terutama jika harga terus bergerak di bawah level psikologis tertentu. Diskusi seperti ini mencerminkan dua sisi investor: yang melihat jangka panjang dan yang lebih fokus jangka pendek.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun trend turun ada, masih ada investor yang percaya cerita jangka panjang CDIA sehingga story CDIA turun tidak bisa dinyatakan “selesai” begitu saja.

Bagaimana Prospek Ke Depan?

Jika kamu bertanya: Apakah story CDIA turun sudah selesai? jawabannya tidak sesederhana itu.

Beberapa poin yang perlu diperhatikan:

  1. Fundamental bisnis CDIA masih kuat dengan diversifikasi di sektor infrastruktur dan energi sesuatu yang bisa jadi nilai tambah jangka panjang.
  2. Secara teknikal, beberapa analis melihat bahwa saham ini masih punya potensi rebound jika beberapa level support dapat bertahan.
  3. Sentimen pasar yang lebih luas seperti IHSG dan sektor infrastruktur juga bisa memberi katalis positif atau negatif pada pergerakan CDIA.

Jadi, story CDIA turun mungkin belum berakhir tapi bisa berubah bentuk dari spekulasi awal menjadi fase konsolidasi yang lebih dewasa.

Strategi Buat Kamu yang Mau Ikut CDIA

Kalau kamu lagi mempertimbangkan posisi di saham ini, berikut strateginya:

  1. Do Your Own Research (DYOR): Selalu cek berita terbaru perusahaan, laporan keuangan, atau rencana strategis jangka panjang.
  2. Perhatikan Level Harga Support & Resistance: Ini membantu menentukan titik masuk atau keluar yang lebih rasional.
  3. Jangan Terlalu FOMO: Rally besar bisa cepat berbalik, dan turun sebelumnya adalah bagian dari siklus pasar.

Ingat, membahas story CDIA turun adalah proses memahami dinamika pasar bukan sekadar ikut tren.

Kesimpulan

Walaupun story CDIA turun menunjukkan harga yang lebih konsolidatif atau bahkan menurun dibanding puncaknya, itu belum berarti akhir dari kisah saham ini secara keseluruhan. Ada faktor fundamental, sentimen pasar, dan potensi rebound yang masih bisa memberi peluang. Meski demikian, investor perlu tetap hati-hati dan mengelola risiko dengan bijak sebelum memutuskan masuk atau keluar dari posisi saham ini.

Decul Harus Bangga, BRI Resmi Jadi Sponsor FC Barcelona
Upaya Memperkuat Recurring Income RISE di Tahun 2026
Akusisi Lahan 500M, Saham $BNBR Masuk Bisnis Data Center
Strategi Jitu yang Membawa Saham ELSA All Time High di Awal 2026
Alasan di Balik Keputusan FTSE Russell Tunda Kajian Indeks Saham Indonesia
DITANDAI:CDIAinvestorsaham
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Cetak
Artikel Sebelumnya BRI Barcelona Kemitraan BRI Barcelona Kemitraan Resmi Hingga 2027
Artikel Berikutnya ekosistem trading multi-aset Trader Profesional Wajib Tahu: Inilah Ekosistem Trading Multi-Aset dengan Likuiditas Institusional
about us

We Stock the Talk, Not Only Talk the Stock.

Main Menu

  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas

Artikel Terbaru

  • Langkah Agresif Grab Tampung Saham SUPA Rp361 Miliar, Sinyal Ekspansi Besar?
  • Pengendali Kembali Borong Saham Rp674,34 Miliar, Sinyal Kepercayaan atau Strategi Tertentu?
  • Rumor IPO DANA Mencuat, Didukung Emtek Group dan Berpotensi Guncang Industri E-Wallet Indonesia

Follow Us

PillowStockPillowStock
© PillowStock News Network.
PillowStock
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?