By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Terima
PillowStockPillowStockPillowStock
  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas
Membaca: Ini Dia Hasil Pertemuan Virtual Rapat BEI dengan MSCI: Respons OJK, BEI & Dampaknya pada Pasar Modal Indonesia
Bagikan
Pemberitahuan Tampilkan Lebih Banyak
Pengubah Ukuran FontAa
PillowStockPillowStock
Pengubah Ukuran FontAa
  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas
  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas
Ikuti KAMI
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
PillowStock > Blog > News > Ini Dia Hasil Pertemuan Virtual Rapat BEI dengan MSCI: Respons OJK, BEI & Dampaknya pada Pasar Modal Indonesia
NewsSaham

Ini Dia Hasil Pertemuan Virtual Rapat BEI dengan MSCI: Respons OJK, BEI & Dampaknya pada Pasar Modal Indonesia

alexander
Terakhir diperbarui: 03/02/2026 14:29
alexander
3 minggu yang lalu
Bagikan
hasil pertemuan virtual BEI dengan MSCI
Bagikan

Pada 2 Februari 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pertemuan virtual penting bersama penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang menjadi sorotan pelaku pasar modal domestik maupun investor global. Pertemuan ini digelar di tengah tekanan pasar yang signifikan karena isu transparansi data dan likuiditas yang disorot oleh MSCI, dan berimbas pada penurunan indeks saham utama Bursa Efek Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

Contents
  • Latar Belakang Pertemuan
  • Poin-Poin Penting Hasil Rapat Virtual BEI-OJK dengan MSCI
    • 1. Proposal Solusi untuk Isu Transparansi
    • 2. Pengungkapan Investor Berdasarkan Kategori Baru
    • 3. Rencana Kenaikan Free Float
  • Reaksi Pasar Setelah Pertemuan
  • Apa Artinya Bagi Investor?
  • Kesimpulan:

Latar Belakang Pertemuan

Sebelum rapat virtual dengan MSCI berlangsung, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami tekanan tajam akibat kekhawatiran investor terkait penilaian investabilitas pasar modal Indonesia oleh MSCI. MSCI sebelumnya menahan beberapa perubahan dan penambahan saham Indonesia dalam indeksnya karena adanya isu transparansi data kepemilikan saham publik (free float) dan data beneficial ownership yang dianggap kurang rinci.

Situasi tersebut membuat pelaku pasar bersikap wait and see menjelang pertemuan, yang menyebabkan IHSG kembali bergerak di zona merah pada awal pekan. Investor asing terutama memperhatikan hasil pertemuan karena reputasi MSCI sangat memengaruhi aliran modal global, terutama dari institusi besar.

Poin-Poin Penting Hasil Rapat Virtual BEI-OJK dengan MSCI

Hasil pertemuan virtual BEI dengan MSCI mencakup sejumlah poin penting yang disampaikan oleh OJK, BEI, dan pihak terkait. Berikut ringkasan inti yang perlu diketahui:

1. Proposal Solusi untuk Isu Transparansi

OJK bersama BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara resmi menyampaikan proposal solusi kepada MSCI untuk menangani kekhawatiran utamanya terkait transparency pasar modal Indonesia. Proposal ini dirancang untuk menjawab dua isu besar yang disorot MSCI.

Salah satu komitmen yang disampaikan adalah peningkatan disclosure kepemilikan saham yang dimiliki publik dari sebelumnya di atas 5% menjadi di atas 1%, sehingga data yang tersedia menjadi lebih rinci dan bisa mencerminkan struktur kepemilikan sesungguhnya. Hal ini diharapkan dapat membantu MSCI menilai data free float lebih akurat.

2. Pengungkapan Investor Berdasarkan Kategori Baru

Selain itu, OJK juga siap menyediakan data kepemilikan saham yang lebih rinci, termasuk klasifikasi 27 sub-tipe investor, serta informasi mengenai beneficial owner. Langkah ini penting untuk menjawab keraguan MSCI terhadap transparansi struktur kepemilikan saham emiten di Indonesia.

3. Rencana Kenaikan Free Float

Pembahasan lainnya adalah peningkatan batas free float minimum dari 7,5% menjadi 15% secara bertahap. Upaya ini merupakan bagian dari strategi memperdalam pasar modal Indonesia agar lebih menarik minat investor global dan meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI.

Reaksi Pasar Setelah Pertemuan

Pasca pertemuan, suasana pasar tidak serta-merta langsung berubah drastis. Pada sesi perdagangan selanjutnya, IHSG masih dibuka dengan tren melemah, mencerminkan masih adanya ketidakpastian pelaku pasar terhadap keputusan final dari MSCI yang belum diumumkan secara resmi.

Namun, beberapa analis dan pelaku pasar mulai menganggap hasil rapat ini sebagai langkah awal yang positif, terutama karena adanya komitmen kuat dari regulator untuk memperbaiki governance pasar, meningkatkan transparansi, dan membuka dialog lanjutan pada tingkat teknis dengan MSCI.

Beberapa sumber bahkan mencatat bahwa sentimen reformasi yang dihasilkan dari pertemuan BEI-OJK dengan MSCI mulai memberikan peluang rebound bagi IHSG kala pasar melihat adanya sinyal net inflow saham asing dan dukungan terhadap langkah reformasi yang diajukan.

Apa Artinya Bagi Investor?

Bagi investor, baik dalam negeri maupun luar negeri, hasil pertemuan ini menunjukkan bahwa otoritas pasar modal Indonesia serius dalam merespons kekhawatiran global, khususnya dari MSCI. Komitmen untuk meningkatkan transparansi serta upaya memperdalam pasar modal dipandang sebagai fondasi penting untuk memulihkan kepercayaan investor, terutama institusi besar yang mengandalkan indeks global sebagai acuan investasi.

Namun, hasil pertemuan ini bukanlah akhir dari proses. Pelaku pasar kini menunggu langkah teknis lanjutan dan keputusan final dari MSCI dalam waktu dekat, yang diperkirakan akan menentukan arah aliran modal asing ke pasar saham Indonesia pada kuartal berikutnya.

Kesimpulan:

Hasil pertemuan virtual antara BEI, OJK, dan MSCI menandai komitmen siap memperbaiki transparansi pasar modal Indonesia dengan peningkatan disclosure data, penyediaan informasi investor yang lebih detail, serta rencana kenaikan free float. Meskipun reaksi pasar tetap hati-hati, langkah ini menjadi titik awal reformasi penting

To The Moon, Akhirnya IHSG Berhasil Jebol Tembok 9000
Kesepakatan Bersejarah! Negosiasi Prabowo–Trump Dorong Tarif Bea Masuk AS–RI Jadi 0%
Suntikan Hilirisasi Danantara US$ 7 Miliar, Emiten Tambang Bersiap Tancap Gas
Rekor Burung Walet, Saham RLCO ARA Berjilid Hingga Tembus 18 Kali
Bareskrim Geledah Sekuritas Shinhan Soal Gorengan
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Cetak
Artikel Sebelumnya Friderica Widyasari Dewi pengganti Ketua OJK Nama Friderica Widyasari Dewi Muncul Jadi Pengganti Ketua OJK
Artikel Berikutnya transparansi kepemilikan 1% saham OJK Dorong Transparansi Kepemilikan 1% Saham, Ini Isi Usulan ke MSCI
about us

We Stock the Talk, Not Only Talk the Stock.

Main Menu

  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas

Artikel Terbaru

  • Samuel Sekuritas Kurangi Saham FILM Rp787,38 Miliar, Sinyal Apa untuk Investor?
  • Langkah Agresif Grab Tampung Saham SUPA Rp361 Miliar, Sinyal Ekspansi Besar?
  • Pengendali Kembali Borong Saham Rp674,34 Miliar, Sinyal Kepercayaan atau Strategi Tertentu?

Follow Us

PillowStockPillowStock
© PillowStock News Network.
PillowStock
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?