PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) akhirnya buka suara terkait isu miring yang beredar di kalangan investor. Secara tegas, manajemen perseroan menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan kasus pasar modal yang menyeret beberapa inisial nama dan lembaga manajemen aset tertentu.
Pernyataan ini dikeluarkan untuk meredam spekulasi publik yang dinilai telah merugikan citra perseroan serta memberikan tekanan pada harga saham di bursa.
Bantahan Keterlibatan dengan Minna Padi dan Afiliasinya
Dalam keterangan resminya, manajemen MINA menegaskan tidak memiliki hubungan apa pun dengan pihak-pihak yang belakangan dikaitkan dengan mereka, antara lain yaitu ESO dan EL (Pihak terkait kasus hukum), serta Minna Padi Aset Management.
Baca Juga : Gagal Bayar Kupon, Pefindo Turunkan Peringkat Surat Utang WIKA ke Level Default
Perseroan menyebutkan bahwa informasi yang menyandingkan MINA dengan pihak-pihak tersebut adalah tidak berdasar dan menyesatkan. MINA memastikan bahwa seluruh operasional perusahaan dijalankan secara independen dan patuh pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perubahan Pengendali Sejak Februari 2025
Salah satu poin krusial dalam klarifikasi ini adalah penegasan mengenai struktur kepemilikan. Sejak Februari 2025, pengendali MINA telah resmi beralih ke PT Tirta Orisa Yasa melalui mekanisme penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) yang sah.
“Hingga kini perseroan tidak terlibat dalam proses hukum apa pun. Pengendali baru memastikan tata kelola perusahaan berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tulis manajemen dalam klarifikasinya.
Tekanan Harga Saham di Tengah Isu
Meski manajemen telah membantah terseret kasus pasar modal, sentimen negatif nampaknya masih membayangi pergerakan saham MINA di lantai bursa.
Data perdagangan menunjukkan penutupan Terakhir pada Saham MINA melorot 14,86% ke level Rp252 dan kinerja Year-to-Date (YTD) Sejak awal tahun 2026, saham ini telah terkoreksi tajam sebesar 44,7%.
Baca Juga : Peringkat Surat Utang Turun, $WIKA Galbay? Free Float Baru 8,98%
Bagi para investor, khususnya saham pemula, fluktuasi tajam pada saham MINA menjadi pengingat penting untuk selalu melakukan cross-check terhadap informasi resmi dari emiten melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelum mengambil keputusan jual atau beli.
Analisis Singkat
Klarifikasi ini sangat penting untuk memulihkan kepercayaan pasar. Namun, investor tetap disarankan untuk memperhatikan prospek bisnis dari pengendali baru (PT Tirta Orisa Yasa) guna melihat arah fundamental MINA ke depan, terlepas dari bayang-bayang isu hukum yang ada.
