Sektor peternakan nasional menunjukkan pergerakan progresif di awal tahun ini melalui aksi korporasi strategis yang dilakukan oleh PT Estika Tata Tiara Tbk atau BEEF. Perusahaan secara resmi mendatangkan 250 ekor sapi perah impor yang telah tiba pada 2 Februari 2026 di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap. Langkah besar ini diambil sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan ketersediaan protein hewani di dalam negeri, sekaligus menjadi bukti bahwa BEEF Dukung Program MBG atau Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu pilar utama agenda pembangunan pemerintah saat ini.
Baca Juga : Kesepakatan Bersejarah! Negosiasi Prabowo–Trump Dorong Tarif Bea Masuk AS–RI Jadi 0%
Target ambisius pemerintah dalam menyasar 20 juta penerima manfaat program makan bergizi menuntut ketersediaan pasokan susu yang sangat besar, yakni mencapai sekitar 4 juta ton per tahun. Untuk menutupi celah kebutuhan tersebut, integrasi antara sektor swasta dan rencana pemerintah untuk mengimpor 400 ribu ekor sapi sepanjang periode 2025 hingga 2026 menjadi hal yang krusial. Dalam konteks ini, partisipasi BEEF menjadi katalisator penting bagi pemenuhan standar gizi masyarakat melalui produksi susu segar yang lebih berkualitas dan terjangkau di pasar domestik.
Setelah melalui proses pemeriksaan ketat di balai karantina, ratusan sapi perah tersebut kini telah ditempatkan di kawasan Baturaden, Banyumas. Lokasi ini dipilih karena memiliki dukungan fasilitas kandang yang terintegrasi serta ketersediaan lahan hijauan seluas 178.214 meter persegi sebagai sumber pakan utama. Pengelolaan yang berbasis pada prinsip keberlanjutan dan manajemen ternak yang modern diharapkan dapat memaksimalkan produktivitas susu per ekor, sehingga target peningkatan produksi susu segar nasional dapat tercapai sesuai dengan harapan para pemangku kepentingan.
Baca Juga : Folk Caplok 99,96% Traya Investama: Strategi Ekspansi dan Dampaknya ke Bisnis
Inisiatif di mana BEEF Dukung Program MBG ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan sentimen positif terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. Dengan memiliki basis produksi yang mandiri dan terintegrasi di dalam negeri, ketergantungan terhadap produk olahan susu impor dapat dikurangi secara bertahap. Bagi para pelaku pasar modal dan investor, konsistensi emiten BEEF dalam mendukung program strategis nasional ini mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kokoh serta visi perusahaan yang selaras dengan kebijakan ekonomi makro Indonesia di masa depan.
