Dalam beberapa minggu terakhir, perhatian global tertuju pada bagaimana pemerintah India menangani perpajakan aset kripto. Di satu sisi, pajak atas transaksi kripto menjadi sumber pendapatan yang signifikan, namun di sisi lain, pemerintah mengakui mereka kewalahan pantau transaksi kripto yang kian kompleks — terutama untuk tujuan perpajakan.
Attention, Tantangan Baru Pajak di Era Crypto
Kementerian Pajak India dan Income Tax Department (ITD) baru-baru ini mengakui bahwa mereka menghadapi kesulitan besar dalam pantau transaksi kripto di seluruh negeri. Ketika anggota parlemen mendiskusikan laporan tentang “Virtual Digital Assets” (VDAs), pejabat pajak menyatakan bahwa crypto — karena bersifat borderless dan anonim — menyulitkan sistem pemeriksaan pajak tradisional untuk menelusuri pemilik dan aliran aset.
Dalam presentasi resmi, otoritas mengatakan banyak transaksi terjadi melalui pertukaran di luar negeri atau dompet pribadi tanpa keterlibatan lembaga keuangan yang dapat dilacak, membuatnya hampir mustahil untuk mengevaluasi arus modal dan menghitung pajak yang seharusnya dibayar.
Interest, Apa Yang Membuatnya Begitu Rumit?
Pemerintah India memperkenalkan salah satu rezim pajak kripto paling ketat di dunia, termasuk:
-
30% pajak tetap atas keuntungan yang diperoleh dari perdagangan kripto;
-
1% TDS (Tax Deducted at Source) pada setiap transaksi kripto sebagai bentuk pelacakan pajak;
Namun, sekalipun sudah diterapkan, aspek teknis dari transaksi kripto tetap menjadi hambatan serius. - Secara garis besar, beberapa faktor yang membuat pemerintah kewalahan pantau transaksi kripto antara lain:
- Transaksi lintas batas yang terjadi dalam hitungan detik;
- Dompet digital pribadi tanpa pusat data terpusat;
Pertukaran luar negeri yang belum sepenuhnya bekerjasama dengan otoritas India.
Pejabat pajak bahkan memberi jutaan pemberitahuan kepada trader kripto untuk mengungkapkan riwayat transaksi, alamat dompet, dan detail kepemilikan aset digital mereka — bukan sekadar nomor pendapatan atau nilai keuntungan semata.
Desire, Dampak Bagi Investor dan Pasar
Bagi investor kripto di India, situasi ini membawa dua sisi:
- Peluang kepatuhan: Transparansi yang meningkat dapat membantu investor yang sudah jujur menyelesaikan kewajiban pajak mereka tepat waktu.
- Tekanan regulasi: Ketidakjelasan dan kompleksitas bisa membuat banyak trader frustrasi, dan bahkan mendorong aktivitas di luar sistem pajak resmi.
- Beberapa diskusi komunitas kripto di forum internasional mencerminkan keresahan ini. Banyak yang membicarakan betapa sulitnya menelusuri dan melaporkan transaksi yang tersebar di beberapa platform, terutama jika melibatkan pertukaran luar negeri atau dompet pribadi.
Action, Apa Artinya Ini Untuk Kamu?
Bagi pembaca blog investasi seperti PillowStock, berikut beberapa tips cepat bila kamu berinvestasi atau tertarik mengakumulasi kripto di India maupun global:
- Pastikan pencatatan yang rapi: Simpan riwayat transaksi dari setiap platform dan dompet.
- Gunakan software pelacakan pajak kripto: Tools seperti CoinTracker atau Koinly bisa membantu kamu menghitung pajak dengan benar.
- Konsultasikan dengan ahli pajak: Regulasi di India berubah cepat — profesional bisa membantu memastikan laporan pajak kamu sesuai aturan terbaru.
Kesimpulan
Pemerintah India sadar bahwa mereka sedang berjuang untuk memantau transaksi kripto, terutama karena karakteristik unik aset digital yang transnasional dan anonim. Walaupun sistem perpajakan sudah diterapkan, tantangan teknis dan regulasi masih menjadi hambatan besar. Bagaimanapun perkembangan industri kripto di India, satu hal pasti: pajak kripto bukan lagi hal yang bisa diabaikan oleh investor modern.
