Dunia pertambangan Indonesia tengah menaruh perhatian besar pada langkah strategis PT Merdeka Copper Gold Tbk dengan kode saham EMAS yang kini tengah mematangkan persiapan operasi salah satu aset emas terbesarnya. Perseroan secara resmi membidik produksi emas perdana dari Tambang Pani di 2026 dengan target volume yang cukup signifikan, yakni berada pada kisaran 100 hingga 115 ribu ounces. Optimisme ini muncul seiring dengan kemajuan pengerjaan konstruksi di lapangan yang berjalan sesuai jadwal serta persiapan mulai beroperasinya fasilitas heap leach yang menjadi kunci dalam proses ekstraksi emas di lokasi tersebut.
Baca Juga : PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit untuk Pasok Energi dan Dukung Industri Aluminium Nasional
Persiapan menuju tahun operasional tersebut juga ditandai dengan adanya peningkatan kapasitas awal pengolahan yang kini ditingkatkan menjadi 8 juta ton per tahun atau 8 Mtpa. Pihak manajemen bahkan sudah merencanakan studi lanjutan untuk mendorong kapasitas produksi lebih jauh lagi hingga mencapai 10 Mtpa pada periode setelah tahun 2026 mendatang. Proyek yang berlokasi di Gorontalo ini sekarang telah memasuki fase commissioning atau uji coba fungsi, sebuah tahapan krusial yang menandakan bahwa seluruh sistem mekanis dan proses kimia siap untuk dioperasikan secara penuh dalam waktu dekat.
Kekuatan fundamental dari Tambang Pani di 2026 tidak hanya terletak pada infrastrukturnya, tetapi juga pada besarnya sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Proyek ini ditopang oleh cadangan emas yang sangat melimpah mencapai 4,8 juta ounces, menjadikannya salah satu tambang emas primer yang paling menjanjikan di Indonesia. Dari sisi finansial, perseroan telah mengamankan posisi likuiditas yang kuat melalui fasilitas pendanaan Revolving Credit Facility atau RCF senilai 350 juta dolar AS, yang memastikan bahwa seluruh kebutuhan pengembangan proyek dapat terpenuhi tanpa kendala pendanaan yang berarti.
Baca Juga : Suntikan Hilirisasi Danantara US$ 7 Miliar, Emiten Tambang Bersiap Tancap Gas
Bagi para investor di pasar modal, terutama kalangan pemula yang sedang memantau saham sektor komoditas, perkembangan ini menjadi sinyal penting mengenai arah pertumbuhan perseroan di masa depan. Manajemen EMAS merasa sangat optimis bahwa mulai beroperasinya Tambang Pani di 2026 akan menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Dengan skala cadangan yang besar dan efisiensi operasional yang terus ditingkatkan, proyek ini diharapkan mampu memberikan kontribusi pendapatan yang stabil dan memperkuat posisi perseroan sebagai salah satu pemain utama dalam industri pertambangan emas global.
