By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Terima
PillowStockPillowStockPillowStock
  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas
Membaca: Dampak Announce MSCI, $IHSG Crash Hingga 6.87%
Bagikan
Pemberitahuan Tampilkan Lebih Banyak
Pengubah Ukuran FontAa
PillowStockPillowStock
Pengubah Ukuran FontAa
  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas
  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas
Ikuti KAMI
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
PillowStock > Blog > News > Dampak Announce MSCI, $IHSG Crash Hingga 6.87%
NewsSaham

Dampak Announce MSCI, $IHSG Crash Hingga 6.87%

alexander
Terakhir diperbarui: 28/01/2026 11:08
alexander
4 minggu yang lalu
Bagikan
Dampak pengumuman MSCI terhadap IHSG
Bagikan

Pasar saham Indonesia diguncang tekanan besar setelah pengumuman terbaru dari MSCI (Morgan Stanley Capital International). Indeks Harga Saham Gabungan ($IHSG) tercatat mengalami penurunan tajam hingga 6,87%, memicu kepanikan di kalangan investor ritel maupun institusi. Pergerakan ekstrem ini menjadi sorotan utama pelaku pasar karena menunjukkan betapa kuatnya pengaruh keputusan lembaga indeks global terhadap pasar domestik.

Contents
  • Mengapa Pengumuman MSCI Bisa Mengguncang IHSG?
  • Saham Big Caps Jadi Korban Utama
  • Dampak ke Sentimen Investor
  • Apakah Ini Ancaman Jangka Panjang?
  • Strategi Menghadapi Volatilitas Pasca MSCI

MSCI dikenal sebagai penyedia indeks acuan global yang digunakan oleh banyak manajer investasi dan dana kelolaan besar di seluruh dunia. Ketika terjadi perubahan komposisi indeks, rebalancing, atau pengumuman penting terkait suatu negara, aliran dana global bisa berubah drastis dalam waktu singkat. Inilah yang menjadi salah satu pemicu utama tekanan besar pada IHSG.

Mengapa Pengumuman MSCI Bisa Mengguncang IHSG?

MSCI memiliki peran vital dalam ekosistem investasi global. Banyak dana pasif (passive funds) dan ETF (Exchange Traded Funds) mengacu pada indeks MSCI. Saat ada saham Indonesia yang dikeluarkan (exclusion) atau bobotnya dikurangi, maka dana-dana tersebut otomatis melakukan penyesuaian portofolio. Artinya, terjadi aksi jual besar-besaran dalam waktu relatif singkat.

Tekanan jual inilah yang memicu efek domino di pasar. Investor lokal yang melihat penurunan tajam sering kali ikut melepas saham karena khawatir penurunan akan berlanjut. Kombinasi antara outflow dana asing dan panic selling domestik membuat IHSG sulit menahan tekanan, hingga akhirnya anjlok hampir 7% dalam satu sesi.

Saham Big Caps Jadi Korban Utama

Penurunan IHSG kali ini juga dipicu oleh aksi jual masif di saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), terutama yang memiliki bobot tinggi di indeks. Saham perbankan besar, emiten komoditas, hingga sektor consumer goods ikut terseret turun. Karena saham-saham ini memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan indeks, tekanan di beberapa emiten utama saja sudah cukup untuk menyeret IHSG dalam.

Selain itu, saham yang terdampak langsung oleh perubahan komposisi MSCI biasanya mengalami volatilitas ekstrem. Volume transaksi melonjak tajam karena banyak pihak berebut keluar atau masuk di harga tertentu. Situasi ini sering dimanfaatkan trader jangka pendek, tetapi bagi investor jangka panjang, kondisi ini menimbulkan tekanan psikologis yang tidak kecil.

Dampak ke Sentimen Investor

Kejatuhan IHSG hingga 6,87% bukan hanya soal angka, tetapi juga soal sentimen. Penurunan tajam dalam waktu singkat dapat merusak kepercayaan pasar. Investor asing cenderung lebih berhati-hati, sementara investor lokal menjadi defensif.

Di sisi lain, kondisi seperti ini sering memicu peningkatan volatilitas jangka pendek. Banyak pelaku pasar memilih wait and see, menunggu stabilisasi harga sebelum kembali masuk. Likuiditas pasar bisa menurun setelah fase panic selling mereda, karena investor enggan mengambil risiko tambahan.

Apakah Ini Ancaman Jangka Panjang?

Meski terlihat menakutkan, pergerakan akibat pengumuman MSCI sering kali bersifat teknikal dan jangka pendek. Setelah fase rebalancing selesai, tekanan jual biasanya mereda. Fundamental emiten dan kondisi ekonomi makro tetap menjadi faktor utama dalam jangka panjang.

Bagi investor berpengalaman, momen koreksi tajam kadang dilihat sebagai peluang akumulasi di saham berkualitas dengan harga diskon. Namun, manajemen risiko tetap penting, terutama di tengah volatilitas tinggi. Investor disarankan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan kepanikan pasar.

Strategi Menghadapi Volatilitas Pasca MSCI

Dalam kondisi pasar seperti ini, beberapa strategi yang bisa dipertimbangkan antara lain:

  • Fokus pada saham dengan fundamental kuat

  • Hindari penggunaan margin berlebihan

  • Lakukan pembelian bertahap (averaging)

  • Perhatikan level support teknikal utama IHSG

Disiplin dan kontrol emosi menjadi kunci. Pasar saham selalu mengalami siklus naik dan turun, dan peristiwa seperti pengumuman MSCI hanyalah salah satu pemicu volatilitas di tengah dinamika global.

*Bukan ajakan beli/jual suatu aset

BRMS Gelontorkan USD3,20 Juta Garap Tambang Emas hingga Tembaga per Desember 2025
Ada Pemuncak Klasemen Baru, Streak IPO 2025 – Mana Jagaoanmu?
The Next Buva $Padi Akan Right Issue Maret 2026
Rekor Burung Walet, Saham RLCO ARA Berjilid Hingga Tembus 18 Kali
Rumor IPO DANA Mencuat, Didukung Emtek Group dan Berpotensi Guncang Industri E-Wallet Indonesia
DITANDAI:AnnouncementIHSGMSCINewsStock
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Cetak
Artikel Sebelumnya Net Zero Emission CLEO Dukung Net Zero Emission, CLEO Tambah Pabrik dan Gunakan PLTS untuk Operasional
Artikel Berikutnya Dampak announcement MSCI Announcement Baru dari MSCI, Apa Saja Dampaknya?
about us

We Stock the Talk, Not Only Talk the Stock.

Main Menu

  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas

Artikel Terbaru

  • Samuel Sekuritas Kurangi Saham FILM Rp787,38 Miliar, Sinyal Apa untuk Investor?
  • Langkah Agresif Grab Tampung Saham SUPA Rp361 Miliar, Sinyal Ekspansi Besar?
  • Pengendali Kembali Borong Saham Rp674,34 Miliar, Sinyal Kepercayaan atau Strategi Tertentu?

Follow Us

PillowStockPillowStock
© PillowStock News Network.
PillowStock
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?