By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Terima
PillowStockPillowStockPillowStock
  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas
Membaca: Gagal Bayar Kupon, Pefindo Turunkan Peringkat Surat Utang WIKA ke Level Default
Bagikan
Pemberitahuan Tampilkan Lebih Banyak
Pengubah Ukuran FontAa
PillowStockPillowStock
Pengubah Ukuran FontAa
  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas
  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas
Ikuti KAMI
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
PillowStock > Blog > News > Gagal Bayar Kupon, Pefindo Turunkan Peringkat Surat Utang WIKA ke Level Default
NewsSaham

Gagal Bayar Kupon, Pefindo Turunkan Peringkat Surat Utang WIKA ke Level Default

vanrez.psi@gmail.com
Terakhir diperbarui: 05/02/2026 12:04
vanrez.psi@gmail.com
2 bulan yang lalu
Bagikan
peringkat surat utang
Bagikan

Kabar kurang sedap kembali datang dari sektor konstruksi pelat merah. Lembaga pemeringkat efek, Pefindo, resmi menurunkan peringkat surat utang PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) ke level idD atau Default.

Contents
  • Detail Penurunan Peringkat
  • Peringkat Korporasi Tetap idSD
  • Dampak Bagi Investor dan Saham WIKA

Keputusan ini diambil menyusul kegagalan emiten konstruksi tersebut dalam membayar kewajiban kupon yang seharusnya jatuh tempo pada 3 Februari 2026.

Baca Juga : OJK Dorong Transparansi Kepemilikan 1% Saham, Ini Isi Usulan ke MSCI

Detail Penurunan Peringkat

Penurunan peringkat ini menyasar instrumen keuangan spesifik milik perseroan, yaitu:

  • Obligasi Berkelanjutan III WIKA dipangkas menjadi idD.

  • Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III WIKA dipangkas menjadi idD(sy).

Notasi idD (Default) mencerminkan kondisi di mana obligor gagal membayar kewajiban bunga atau pokok secara tepat waktu sesuai dengan perjanjian perwaliamanatan.

Peringkat Korporasi Tetap idSD

Meskipun peringkat surat utangnya berada di level Default, Pefindo tetap mempertahankan peringkat korporasi WIKA pada level idSD (Selective Default). Peringkat ini menunjukkan bahwa:

  1. Tekanan Likuiditas Berat: Perseroan masih menghadapi tantangan arus kas yang sangat ketat untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.

  2. Risiko Gagal Bayar Lanjutan: Masih adanya risiko bahwa WIKA mungkin tidak mampu memenuhi kewajiban pada instrumen keuangan lainnya di masa mendatang.

  3. Kondisi Selektif: Status Selective Default menandakan perseroan gagal pada satu atau beberapa instrumen tertentu, namun masih beroperasi dan berusaha melakukan restrukturisasi pada kewajiban lainnya.

Dampak Bagi Investor dan Saham WIKA

Kegagalan bayar kupon ini menjadi sinyal merah bagi para pelaku pasar, terutama investor ritel dan institusi yang memegang surat utang maupun saham WIKA. Sektor BUMN Karya memang tengah menjadi sorotan tajam dalam beberapa tahun terakhir akibat beban utang yang menggunung dan proses restrukturisasi yang berkepanjangan.

Baca Juga : Bareskrim Geledah Sekuritas Shinhan Soal Gorengan

Bagi Anda para investor, terutama di kategori saham pemula, kondisi ini mengingatkan pentingnya melakukan analisis mendalam terhadap laporan keuangan, khususnya rasio utang (Debt to Equity Ratio) dan kemampuan bayar bunga (Interest Coverage Ratio) sebelum memutuskan berinvestasi pada saham-saham konstruksi.

Lamaran Unik! Pria Ini Beri Seserahan Saham BUMI dan Ethereum ke Calon Istri
Pantas Masuk Muri Rekor ARA $RLCO Belum Terhenti
Diduga Goreng IPO Saham BEBS, Mirae Asset Kantongi Potensi Untung Rp14,5 Triliun
Kesepakatan Bersejarah! Negosiasi Prabowo–Trump Dorong Tarif Bea Masuk AS–RI Jadi 0%
Prabowo dan Perdana Menteri Inggris Sepakati Kemitraan Maritim Rp91 Triliun
DITANDAI:EmiteninvestorObligasiPefindoPT Wijaya Karya TbksahamWIKA
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Cetak
Artikel Sebelumnya $IRSX konser Westlife Tiket Sold Out, $IRSX Cuan Dari Konser Westlife
Artikel Berikutnya Peringkat surat utang WIKA turun Peringkat Surat Utang Turun, $WIKA Galbay? Free Float Baru 8,98%
about us

We Stock the Talk, Not Only Talk the Stock.

Main Menu

  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas

Artikel Terbaru

  • Antrean Bid Saham WBSA Tembus 35 Juta Lot pada Debut Perdananya
  • Serangan di Beirut Memicu Potensi Gagalnya Gencatan Senjata AS-Iran
  • Hasil Review FTSE Russell April 2026 Jaga Posisi Indonesia di Pasar Global

Follow Us

PillowStockPillowStock
© PillowStock News Network.
PillowStock
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?