By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Terima
PillowStockPillowStockPillowStock
  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas
Membaca: PADI Siap Ajukan Rights Issue, Tapi Masih Terganjal Perubahan KBLI
Bagikan
Pemberitahuan Tampilkan Lebih Banyak
Pengubah Ukuran FontAa
PillowStockPillowStock
Pengubah Ukuran FontAa
  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas
  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas
Ikuti KAMI
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
PillowStock > Blog > News > PADI Siap Ajukan Rights Issue, Tapi Masih Terganjal Perubahan KBLI
NewsSaham

PADI Siap Ajukan Rights Issue, Tapi Masih Terganjal Perubahan KBLI

vanrez.psi@gmail.com
Terakhir diperbarui: 15/01/2026 14:12
vanrez.psi@gmail.com
3 bulan yang lalu
Bagikan
rights issue PADI
Bagikan

Emiten sekuritas PT Minna Padi Investama Tbk (kode saham: PADI) kembali jadi topik hangat di kalangan investor saham Indonesia. Setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Oktober 2025, kini rights issue PADI direncanakan akan diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Maret–April 2026 mendatang.

Contents
  • Rights Issue PADI Kembali Jadi Fokus
  • Kenapa Harus Nunggu Perubahan KBLI?
  • Dasar Laporan Keuangan dan Kinerja Positif
  • Apa Artinya Buat Investor?

Tapi seperti biasa di dunia pasar modal, semuanya belum berjalan mulus karena masih ada satu hambatan administratif yang harus diselesaikan dulu sebelum aksi korporasi ini benar-benar bisa dijalankan.

Baca Juga : Imbas Perang US-IRAN, Mata Uang IRAN/USD Anjlok 96%

Rights Issue PADI Kembali Jadi Fokus

Setelah lampu hijau dari pemegang saham pada Oktober 2025, manajemen rights issue PADI berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,26 miliar saham baru sebagai bagian dari penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rencana ini bertujuan untuk memperkuat struktur modal perusahaan sekaligus memberi peluang bagi pemegang saham lama untuk ikut berpartisipasi.

Direktur Utama PADI, Djoko Joelijanto, mengatakan bahwa dokumen untuk rights issue akan diajukan ke OJK setelah laporan keuangan per Desember 2025 selesai diaudit.

Kenapa Harus Nunggu Perubahan KBLI?

Walaupun sudah disetujui di RUPSLB, realisasi rights issue PADI masih tergantung pada persetujuan perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Sayangnya, RUPS yang digelar untuk mengubah KBLI belum mencapai kuorum, sehingga prosesnya tertunda dan harus dijadwal ulang.

Masalah KBLI memang sering jadi ganjalan dalam aksi korporasi karena berkaitan dengan kesesuaian kegiatan usaha perusahaan terhadap aturan pemerintah. Sampai isu ini rampung, PADI belum bisa mengajukan dokumen final ke OJK.

Dasar Laporan Keuangan dan Kinerja Positif

Walau tertunda, manajemen memilih menggunakan laporan keuangan Desember 2025 sebagai acuan untuk rights issue nanti. Bahkan selama 2025, kinerja PADI cukup positif dengan laba bersih tercatat Rp24,74 miliar hingga September 2025.

Hal ini disambut baik oleh sebagian investor karena menandakan potensi fundamental yang masih sehat di tengah persiapan aksi korporasi besar seperti rights issue.

Sementara itu, di sisi struktur kepemilikan, PADI saat ini belum memiliki pemegang saham pengendali mayoritas. PT Sentosa Bersama Mitra (SBM), yang terafiliasi dengan pengusaha Happy Hapsoro, tercatat memiliki saham di PADI, namun belum dipastikan apakah pihak ini akan menjadi pengendali baru atau hanya menjadi investor strategis dalam rights issue nanti.

Diskusi terkait kemungkinan perubahan pengendali ini juga sempat ramai dibahas di komunitas investor online, meskipun belum ada kepastian soal peran pihak eksternal tersebut dalam rights issue mendatang.

Baca Juga : Bisa Jadi Bitcoin Indonesia? Ini Potensi Token $CST

Apa Artinya Buat Investor?

Bagi investor, rencana rights issue PADI ini bisa jadi peluang sekaligus tantangan:

  • Peluang partisipasi modal baru: Pemegang saham yang sudah ada berkesempatan membeli saham baru dengan harga tertentu sebelum ditawarkan ke publik.
  • Potensi dilusi: Pemegang saham yang tidak ikut menggunakan haknya bisa mengalami dilusi kepemilikan. Hal ini umum terjadi dalam rights issue.
  • Pentingnya memantau update OJK: Karena prosesnya masih tergantung perubahan KBLI, investor perlu mengikuti perkembangan dokumen dan persetujuan dari regulator sebelum mengambil keputusan investasi.

Rencana rights issue PADI tetap menjadi berita menarik di pasar modal, apalagi dengan dukungan kinerja positif dan potensi perubahan pengendali ke depan. Meski ada hambatan administratif, aksi korporasi ini tetap menunjukkan bahwa perusahaan sedang bersiap meningkatkan kapasitas modalnya demi pertumbuhan ke depan.

Kesepakatan Bersejarah! Negosiasi Prabowo–Trump Dorong Tarif Bea Masuk AS–RI Jadi 0%
Prabowo dan Perdana Menteri Inggris Sepakati Kemitraan Maritim Rp91 Triliun
Bareskrim Geledah Sekuritas Shinhan Soal Gorengan
Ini Dia Hasil Pertemuan Virtual Rapat BEI dengan MSCI: Respons OJK, BEI & Dampaknya pada Pasar Modal Indonesia
Mulai Tahun 2026, Bahlil Pangkas -24% BatuBara
DITANDAI:KBLIPADIpasar modalRUPSsahamsekuritas
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Cetak
Artikel Sebelumnya Investor Asal Jambi Investor Asal Jambi, Djoni Borong 5% $FOLK
Artikel Berikutnya BRI Barcelona Kemitraan BRI Barcelona Kemitraan Resmi Hingga 2027
about us

We Stock the Talk, Not Only Talk the Stock.

Main Menu

  • Beranda
  • News
  • Edukasi
  • Saham
  • Crypto
  • Emas

Artikel Terbaru

  • Antrean Bid Saham WBSA Tembus 35 Juta Lot pada Debut Perdananya
  • Serangan di Beirut Memicu Potensi Gagalnya Gencatan Senjata AS-Iran
  • Hasil Review FTSE Russell April 2026 Jaga Posisi Indonesia di Pasar Global

Follow Us

PillowStockPillowStock
© PillowStock News Network.
PillowStock
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?