Memasuki awal tahun 2026, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk atau yang lebih dikenal dengan kode saham RISE menunjukkan keseriusannya dalam mentransformasi struktur pendapatan perusahaan. Fokus utama perseroan saat ini adalah untuk memperbesar porsi pendapatan berulang atau recurring income RISE melalui pengembangan berbagai aset di sektor lifestyle dan hospitality. Melalui lini bisnis Tanrise Property, perusahaan secara resmi meluncurkan tiga proyek premium yang berlokasi di kawasan strategis yaitu Taman Dayu, Malang, dan Bali. Langkah ekspansi ini diproyeksikan mampu memberikan tambahan pendapatan konsolidasi yang signifikan bagi perusahaan dengan estimasi mencapai Rp28 miliar setiap tahunnya.
Baca Juga : Kode Broker Berpotensi Muncul di Running Trade Lagi? Ini Dampaknya ke Pasar Saham
Keberlanjutan strategi untuk mengamankan recurring income RISE ini didukung oleh pembangunan infrastruktur rekreasi dan penginapan kelas atas yang memiliki nilai investasi besar. Salah satu proyek mercusuar yang tengah digarap adalah pembangunan fasilitas driving range dengan standar internasional yang menelan investasi sebesar Rp37 miliar. Selain itu, potensi pendapatan juga akan diperkuat oleh kehadiran Solaris Villa Malang yang diperkirakan menyumbang Rp3 miliar per tahun serta Solaris Villa Bali yang diprediksi memberikan kontribusi sekitar Rp5 miliar per tahun. Kehadiran proyek-proyek ini tidak hanya memperluas portofolio properti perusahaan, tetapi juga menciptakan arus kas yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi perseroan dalam jangka panjang.
Di sisi pasar modal, RISE juga menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham melalui aksi korporasi pembagian saham bonus senilai Rp525,36 miliar dengan rasio dua puluh lima banding dua belas. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di bursa sehingga investor dapat lebih mudah bertransaksi. Meskipun aksi korporasi semacam ini sering kali diikuti oleh fluktuasi harga saham di pasar sekunder, manajemen menegaskan bahwa pergerakan harga tersebut bersifat teknis dan tidak mencerminkan perubahan negatif pada kinerja perusahaan. Sebaliknya, manajemen mengklaim bahwa fundamental bisnis RISE justru berada dalam kondisi yang semakin solid dan kompetitif memasuki tahun 2026.
Baca Juga : Strategi Jitu yang Membawa Saham ELSA All Time High di Awal 2026
Transformasi bisnis yang dilakukan RISE melalui penguatan sektor properti gaya hidup mencerminkan adaptasi perusahaan terhadap tren pasar yang mulai kembali bergairah di sektor pariwisata dan hobi. Dengan mengandalkan aset-aset produktif yang mampu menghasilkan pendapatan secara rutin, perusahaan memiliki bantalan finansial yang lebih kuat untuk menghadapi dinamika ekonomi makro. Ke depan, keberhasilan menjaga stabilitas recurring income RISE diharapkan dapat terus memberikan sentimen positif bagi para investor sekaligus mengukuhkan posisi Tanrise Property sebagai pemain properti premium yang diperhitungkan di Indonesia.
